Cara Kerja, Fungsi dan Jenisnya

Osilator dalam dunia elektronika sering disebut juga sebagai rangkaian elektronika yang berasal dari elemen aktif dan pasif. Dimana fungsi dari rangkaian tersebut yakni untuk menghasilkan getaran atau gelombang sinusoidal, gelombang kotak dan jenis gelombang gigi gergaji.

Osilator sendiri juga dapat merubah jenis arus listrik yang searah menjadi arus listrik bolak-balik. Cara kerjanya yakni dengan memberikan tegangan luaran tanpa harus menggunakan sinyal dari luar. Jenis arus listrik yang dihasilkan biasanya akan berbetuk gelombang atau getaran.

Kali ini kita akan pelajari bersama terkait dengan cara kerja osilator dan fungsinya secara tuntas.

Adapun cara kerja dari osilator beserta fungsinya adalah sebagai berikut:

Cara Kerja Osilator

Cara Kerja Osilator

Pada umumnya osilator digunakan pada peralatan yang memerlukan jenis arus listrik dengan tingkat kekuatan tertentu. Hal ini supaya alat dapat bekerja dengan maksimal dan sesuai dengan kebutuhan dari pengguna.

Secara detail, pada osilator umumnya terdapat dua buah komponen yang saling berhubungan. Dimana komponen pertama adalah amplifier atau disebut juga dengan istilah penguat. Sedangkan komponen osilator yang kedua adalah feedback atau umpan bolak-balik. Berikut ini penjabaran selengkapnya mengenai kedua komponen tersebut :

Amplifier atau lebih sering disebut sebagai penguat daya merupakan komponen osilator yang berfungsi sebagai penguat daya. Dengan adanya amplifier inilah penggunaan osilator nantinya dapat berfungsi secara lebih maksimal.

Feedback merupakan komponen penguat umpan, baik itu umpan negatif atau positif. Fungsi dari adanya komponen feedback ini yakni agar output yang dihasilkan osilator dapat tetap terjaga kekuatannya.

Dari dua jenis komponen osilator tersebut, keduanya memiliki fungsi yang sama-sama penting, yakni dengan tujuan agar dapat menghasilkan output arus listrik yang baik.

Apa Saja Fungsi Osilator ?

Rangkaian Dasar Osilator

Di lihat dari gambar rangkaian dasar osilator, dapat kita simpulkan bahwa osilator merupakan alat elektronika yang berfugsi sebagai pembangkit sinyal AC.

Dimana sinyal yang dihasilkan nantinya dapat berupa getaran atau gelombang. Yakni gelombang yang dapat dihasilkan seperti gelombang sinusoidal (gelombang sinus), gelombang persegi dan juga gelombang gigi gergaji.

Pada umumnya osilator juga dapat digolongkan menjadi beberapa jenis. Berikut ini klasifikasi dan pengertian dari penggolongan osilator bedasarkan tingkat frekuensi keluarannya :

  • Osilator Frekuensi Rendah (Low Frequency Oscillator), sesuai dengan namanya jenis osilator ini hanya dapat membangkitkan daya dengan frekuensi di bawah 20 Hz.
  • Osilator Audio (Audio Oscillator), osilator audio ini biasanya dapat membangkitkan daya dengan frekuensi kisaran 16 Hz smpai 20 kHz. Dengan kata lain capaian daya yang dapat dibangkitkan nilainya akan lebih besar dari Osilator Frekuensi Rendah.
  • Osilator Frequency Radio (Radio Oscillator), Dapat dikatakan untuk jenis Osilator Frequency Radio merupakan yang paling besar hasil dayanya. Terutama jika dibandingkan dengan dua jenis osilator lainnya. Dimana tingkatan daya yang dapat dibangkitkan cukup tinggi yaitu dengan kisaran 100 kHz – 100 GHz.

Namun demikian, dari berbagai jenis osilator yang ada tentu memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Meskipun demikian setiap osilator memiiki peran penting bagi setiap proses yang dilaluinya.

Apa Perbedaan Osilator dan Penguat?

Pada masyarakat umum, seringkali masih ada beberapa masyarakat yang belum paham tentang apa itu osilator dan perbedaannya dengan penguat. Berikut kita pelajari bersama tentang perbedaan osilator dan penguat secara lebih lengkap.

Penguat dan osilator keduanya sebenarnya sama-sama merupakan komponen yang sangat penting dalam rangkaian listrik. Namun tentu saja keduanya memiliki fungsi yang cukup berbeda. Perbedaan yang sangat jelas antara keduanya yaitu osilator berfungsi sebagai sumber arus listrik sedangkan penguat sebagai pengganda arus listrik.

Penguat merupakan komponen yang dapat meningkatkan amplitudo sinyal bukan menghasilkan sinyal periodik. Jenis penguat yang baik tidak akan merubah bentuk sinyal melainkan hanya akan meningkatkan amplitido sinyal.

Pada jenis penguat ini sinyal keluaran yang dihasilkan harus lebih kuat dibandingkan input sinyal sehingga keluaran sinyal yang dihasilkan akan dapat mengalir dengan baik. Penguat atau disebut amplifier dapat digolongkan menjadi dua yaitu amplifier linear dan non linear. Berikut ini pembahasan selengkapnya yang bisa disimak :

1. Amplifier linear

Amplifier linear
Amplifier linear

Penjelasan sederhana terkait rangkaian amplifier linear adalah sebuah parameter rangkaian pada amplifier linear yang tidak akan berubah atau arus listrik tergolong akan tetap.

2. Amplifier Non Linear

Amplifier non linear
Amplifier non linear

Rangkaian amplifier non linear yakni termasuk dalam rangkaian listrik dengan parameter yang berbeda dengan arus dan tegangan. Dalam rangkaian listrik terdapat parameter berupa gelombang, resistansi dan lainnya yang tidak tetap atau disebut sebagai amplifier non linear.

Sedangkan osilator sendiri merupakan rangkaian elektronika yang dapat melakukan proses konversi dari sinyal DC atau searah menjadi sinyal AC bolak balik. Dimana proses akhirnya yakni dapat menghasilkan sinyal periodik yang bersifat konstan.

Beberapa jenis gelombang sinyal yang dapat dihasilkan oleh osilator antara lain adalah sebagai berikut :

  • Gelombang Sinusoide Wave (gelombang sinus)
  • Square Wave (Gelombang Kotak)
  • Saw Tooth Wave (Gelombang Gigi Gergaji)

Berikut adalah penjelasan lebih lengkap mengenai jenis gelombang sinyal yang dihasilkan oleh osilator.

1. Gelombang Sinusoide Wave (gelombang sinus)

Gelombang sinus
Gelombang sinus

Bentuk Gelombang Sinus atau sering disebut sebagai sinusoida merupakan salah satu jenis gelombang listrik yang paling sering ditemui di sekitar. Pada umumnya jenis gelombang sinusoida ini dapat kita temui pada peggunaan alat elektronika, terutama sinyal analog seperti sinyal AC, dan sinyal RF.

2. Square Wave (Gelombang Kotak)

Gelombang kotak
Gelombang kotak

Sesuai dengan namanya, bentuk gelombang kotak ini memang berbentuk kotak. Biasanya jenis gelombang ini digunakan untuk pengendalian waktu (timing control). Hal tersebut didasarkan pada bentuk gelombang yang cenderung simetris dengan waktu durasi yang sama.

3. Saw Tooth Wave (Gelombang Gigi Gergaji)

Gelombang Gigi Gergaji
Gelombang Gigi Gergaji

Bentuk dari Gelombang Gigi Gergaji ini mirip dengan gigi gergaji pada gelombang ini. Dimana tegangan listrik akan mengalir dan naik mulai dari titi 0 sampai dengan titik (+V), lalu gelombang ini akan otomatis turun ke titik 0 dengan kecepatan tak terhitung.

Contoh pengguaan gelombang Saw Tooth Wave (Gelombang Gigi Gergaji) ini dapat kita lihat pada penggunaan TV dengan tabung CRT. Fungsi lain dari adanya gelombang ini juga sebagai pemicu pada perangkat televisi.

Pada umumnya penggunaan osilator digunakan untuk menghasilkan frekuensi sesuai dengan yang diinginkan pengguna. Hal ini karena osilator diciptakan agar dapat menghasilkan berbagai bentuk gelombang keluaran.

Biasanya frekuensi yang dihasilkan osilator mulai dari fekuensi paling rendah hingga frekuensi paling tinggi. Osilator sendiri lebih familiar diklasifikasikan mejadi tiga jenis. Hal ini berdasarkan frekuensi output keluaran yang dihasilkan. Berikut ini ketiga jenis osilator berdasarkan frekuensi outnya :

  • Osilator frekuensi rendah
  • Osilator audio
  • Osilator RF

Kurang lebih itulah pembahasan mengenai osilator mulai dari pengertian hingga fungsi dan cara kerjanya. Dan tentu saja sudah dibahas pula klasifikasi dan pengertiannya. Semoga ulasan di atas cukup membantu, ya?

Leave a Comment