Kata Dasar dan Kata Berimbuhan

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV sekolah dasar terdapat pembelajaran mengenai Kata Dasar dan Kata Berimbuhan. Tujuan kegiatan pembelajaran ini adalah siswa dapat menulis kata-kata yang sering ditemui menggunakan pengetahuannya tentang kombinasi semua huruf. Salah satu kegiatan pembelajaran adalah menentukan kata dasar dan kata berimbuhan me yang sering ditemukan oleh peserta didik dalam kegiatan sehari-hari baik di sekolah maupun di luar sekolah. Berikut ini kegiatan pembelajaran mengenai Kata Dasar dan Kata Berimbuhan.

A. Kata Dasar

Kata dasar diartikan sebagai dasar dari pembentukan kata yang lebih besar. Kata dasar merupakan jenis kata yang dapat berdiri sendiri. Kata dasar juga mempunyai sejumlah ciri, yaitu:

  1. Merupakan satuan paling kecil dan mempunyai makna sendiri.
  2. Dasar dari pembentukan kata, baik itu kata yang memiliki imbuhan atau yamg merupakan kata turunan.
  3. Jika mendapat tambahan atau imbuhan, maka kata dasar akan mengalami perbedaan makna.
  4. Kumpulan dari kata dasar dapat menjadi suatu kesatuan kalimat tanpa perlu dibubuhi imbuhan.

Kata dasar terdiri atas dua jenis, yaitu kata dasar tunggal dan kata dasar kompleks. Kata dasar tunggal merupakan kata dasar yang hanya terdiri atas satu morfem. Sementara itu, kata dasar kompleks adalah kata dasar yang mempunyai dua morfem atau lebih. Kata dasar kompleks terjadi jika sebuah kata dasar mengalami beberapa proses, seperti pemberian imbuhan atau menngalami reduplikasi (perulangan kata).

B. Kata Berimbuhan Me

Kata berimbuhan adalah kata dasar yang telah diberi imbuhan, baik itu awalan, sisipan, akhiran, serta awalan-akhiran. Karena pemberian imbuhan tersebut, maka kata turunan mengalami pergeseran makna. Nama lain dari kata berimbuhan adalah kata turunan.

Imbuhan me- adalah sebuah imbuhan awalan (prefiks) yang membentuk sebuah kata dasar menjadi jenis-jenis kata kerja. Kata kerja merupakan salah satu unsur pembentuk jenis-jenis kalimat aktif. Dengan demikian, imbuhan me- juga turut membantu pembentukan kalimat aktif. Imbuhan me- dapat mengalami beberapa perubahan tergantung huruf awal kata dasar tersebut. Misalnya, jika sebuah kata dasar berawalan ‘a’, maka imbuhan me- akan berubah menjadi imbuhan meng-. Contoh: mengarsip.

Imbuhan me- juga mempunyai sejumlah makna. Terdapat beberapa makna imbuhan me-. Berikut makna imbuhan me- dan contohnya dalam bahasa Indonesia.

1. Melakukan Suatu Pekerjaan

Imbuhan me- dapat dibubuhkan sebuah kata dasar yang menyatakan kata kerja. Misalnya: baca, tulis, lompat, dan lain sebagainya. Pemberian imbuhan me- pada kata-kata tersebut tidak akan merubah makna kata-kata tersebut. Justru, imbuhan me- dapat memperkuat makna dari kata-kata dasar tersebut. Contoh: Menulis

2. Membentuk atau Menjadikan Sesuatu

Makna ini terjadi jika imbuhan me- dibubuhkan pada kata dasar berbentuk kata benda atau kata sifat seperti gulai, sate, empuk, keras, dan sebagainya. Setelah diberi imbuhan me-, maka kata-kata dasar tersebut akan membentuk suatu makna yang baru, yakni sebagai pembentuk sesuatu. Contoh: Melunak

3. Mengerjakan Sesuatu Dengan Alat

Makna kata ini terjadi jika imbuhan me- dibubuhkan pada kata benda konkret seperti kunci, cangkul gunting, dan sebagainya. Kata-kata benda konkert yang berimbuhan me- akan membentuk suatu makna yang baru, yaitu sebagai kata yang menerangkan suatu pekerjaan yang dikerjakan dengan sebuah alat. Contoh: Mencangkul

4. Berbuat seperti atau Dalam Keadaan Sebagai

Makna ini akan terbentuk jika imbuhan me- dibubuhkan pada kata dasar berbentuk kata benda umum yang menunjukan entitas seseorang. Misalnya: bujang, janda, dua, dan lajang. Contoh: Melajang

5. Mencari atau Mengumpulkan Sesuatu

Makna ini terjadi jika imbuhan me- bertemu dengan kata dasar berupa kata benda. Dalam membentuk makna ini, imbuhan me- harus dibubuhkan pada kata atau nama benda yang dapat dikumpukan, seperti damar, rotan, dan lidi. Contoh: Merotan

6. Menyatakan Perasaan

Makna ini akan terbentuk jika imbuhan me- dibubuhkan pada kata sifat serapan, seperti erang, ringis, dan sebagainya. Makna ini juga bisa terbentuk bila imbuhan me- bertemu dengan beberapa kata sifat bermakna sikap batin seprti mengiba dan sebagainya. Contoh: Meringis

7. Menuju ke Suatu Tempat

Makna ini akan terbentuk jika imbuhan me- dibubuhkan pada benda abstrak seperti udara atau pada beberapa kata benda konkret seperti darat, labuh, dan tepi. Contoh : Menepi

8. Memperingati atau Menyatakan Sebuah Peristiwa

Makna ini dapat terbentuk bila imbuhan me- dibubuhkan pada kata kerja reflektif seperti kenang dan renung. Contoh: Mengenang.

Kalian sudah mengenal awalan ‘me-’ sebagai pembentuk kata kerja. Tergantung kata dasarnya, awalan ‘me-’ bisa berubah bentuk menjadi ‘men-’, ‘mem-’,‘menge-’, ‘meny-’, atau tetap ‘me-’. Perhatikan contoh berikut ini!

Awalan MeKata DasarKata Berimbuhan
me-/l/, /m/, /n/, /r/, /w/, /y/
lihat, minum, nyanyi,rawat, warna, yakin
melihat, meminum, menyanyi, merawat, mewarna[i], meyakin[i]
men-/c/, /d/, /j/, /t*/
contoh, dengar, jemput, tulisi
mencontoh, mendengar, menjemput, menulis*
mem-/b/, /f/, /p*/, /v/
buka, foto, pegang, program, veto
membuka, memfoto, memegang*,  memprogram, memveto
meng-/a/, /e/, /g/, /h/, /i/, /k*/, /o/, /u/
ayun, ekor, gali, halau, injak, kupas, kristal,  obrol, undang
mengayun, mengekor, menggali, menghalau, menginjak, mengupas*, mengkristal, mengobrol, mengundang

Huruf /s/ pada “siram” tidak ditemukan pada kata “menyiram”.  Begitu pula huruf /p/, huruf /k/, dan /t/. Huruf-huruf ini luluh jika  ditambah awalan ‘me-’

Awalan me- /k/, /p/, /t/, /s/ luluh

Kerjakan latihan berikut ini di buku tulis kalian.

1. Tuliskan 10 kata yang huruf pertama kata dasarnya luluh  ketika diberi awalan ‘me-’.

Contoh: ‘me-’ + tiup meniup

1. Me+Sapu= Menyapu

  • me+tabur = menabur
  • me+ simak = menyimak
  • me+ kayuh= mengayuh
  • me+pompa= memompa
  • pe+ parkir = memarkir
  • me+ suruh = menyuruh
  • me+ Kepal = mengepal
  • me+ tulis = menulis
  • me+tangkap= menangkap

2. Tuliskan 10 kata yang huruf pertama kata dasarnya tidak luluh  ketika diberi awalan ‘me-’.

Contoh: ‘me-’ + lipat melipat, dan ‘me-’ + aduk mengaduk

me+larang = melarang

  • me+rusak= merusak
  • me+lawan= melawan
  • me+rokok= merokok
  • me+lihat= melihat
  • me+lompat = melompat
  • me+bawa = membawa
  • me+angkat = mengangkat
  • me+buang = membuang
  • me+langgar = melanggar

Dengan menuliskan kata-kata ini, kalian berlatih menuliskan kata berimbuhan sesuai aturan tata bahasa Indonesia.

Demikian pembahasan mengenai Kata Dasar dan Kata Berimbuhan. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas IV, Kemendikbud

Leave a Comment