Teknik Penulisan Atau Pembuatan Makalah Yang Benar

Pernah membuat berpuluh lembar makalah, namun dosenmu malah mencoret-coretnya, atau menolaknya mentah-mentah? Ini tentu menyakitkan. Seolah-olah dosenmu tidak menghargai kerja keras mahasiswa dalam membuat makalah. Padahal tentu ada alasannya mengapa dosen tersebut menolak hasil kerjamu. Salah satunya adalah makalahmu tidak sesuai aturan. Memangnya bagaimana sih persisnya, aturan pembuatan makalah yang benar? Jangan kamu jawab sendiri. Simak saja informasi berikut.

Aturan Pembuatan Makalah Yang Benar, Wajib Dipahami Mahasiswa!

Makalah merupakan jenis karya tulis ilmiah paling sederhana. Dalam pembuatan makalah, kamu tidak diharuskan melakukan penelitian langsung. Cukup dengan melakukan penelitian pustaka dan observasi yang benar. Meski demikian, aturannya harus tetap baku. Yakni sebagai berikut.

1. Susunan Komponen Makalah

Makalah yang baik memiliki komponen minimal yakni Pendahuluan, Isi/Pembahasan, dan Penutup. Di dalam ketiga core makalah ini, komponennya akan dipecah-pecah lagi dengan lebih spesifik.

Dalam Pendahuluan, harus ada latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan penulisan. Dalam Pembahasan, harus ada tinjauan teori. Sedangkan dalam Penutup, ada simpulan makalah dan saran. Semuanya harus tersusun dengan teratur dan berurutan.

2. Format Penulisan

Format penulisan meliputi jenis dan besar font, lebar spasi, besar halaman, margin, hingga alignment. Secara umum, format penulisan yang biasa digunakan untuk membuat makalah adalah Times New Roman 12, spasi 1,5, A4 margin 3333/4333, dan alignment Justified. Akan tetapi format penulisan ini bisa berbeda-beda tergantung peraturan kampus atau kebijakan dosen pemberi tugas.

3. Aturan Pengutipan

Saat menggunakan pendapat, kalimat, dan hasil penelitian orang lain dalam makalah, kita diwajibkan menuliskan sumber/nama penulis. Ini dilakukan sebagai penghormatan atas copyright yang diterima setiap narasumber yang argumennya digunakan makalah.

Aturan pengutipan benar-benar banyak. Jika kita mengutip teori dari suatu buku, maka kita diwajibkan menulis siapa pengarang buku tersebut. Jika kita mengutip berita dari suatu media, maka kita wajib menulis nama media tersebut.

4. Ketertiban Formulasi Makalah

Keterangan dari poin ini sangat berkaitan dengan poin nomor 2 tentang format penulisan. Jika di poin tersebut yang diatur adalah bagaimana appearance file, maka poin ini akan membahas appearance konstruksi makalah. Konstruksi yang dimaksud meliputi ketertiban penggunaan nomor, simbol, dan tab.

Misalnya, keterangan poin “I” diberi simbol “1”, dan di bawahnya lagi simbol “a”. Semua ini bergantung dengan aturan tertib formulasi makalah yang ditetapkan.

5. Konsistensi Input-Output

Dalam makalah, urutan pembahasan harus ajeg. Memenuhi alur yang telah dibuat “segaris” dari awal hingga akhir. Misalnya di bab I, rumusan masalah yang diambil adalah 2 pertanyaan. Di bab II, tersedia 2 landasan teori untuk menjawab rumusan masalah bab I. Di bab III, solusi yang dibuat juga 2, berasal dari analisis 2 landasan teori di bab sebelumnya.

6. Formulasi Penutup

Penutup yang berisi simpulan dan saran harus mampu merangkum semua makalah dalam 2-3 paragraf. Banyak orang sulit mendapat “feel” di bagian ini. Padahal penutup berfungsi sebagai penentu keputusan akhir pembaca. Makalah yang baik adalah yang penutupnya tidak melebihi 2 lembar.

7. Validasi Pustaka

Supaya lebih meyakinkan, maka buku-buku yang tadinya dikutip harus disertakan dalam makalah. Format penulisan pustaka adalah sebagai berikut: nama belakang penulis/nama depan/tahun terbit/judul buku/kota terbit/nama penerbit.

Gaya Selingkung: Alasan Mengapa Aturan Pembuatan Makalah Yang Benar Sering Disalah Artikan

Saat membaca poin-poin di atas, mungkin kamu menjumpai kalimat seperti “sesuai peraturan kampus” atau “sesuai ketetapan yang berlaku”. Setiap instansi memang memiliki aturan/pakem tersendiri dalam membuat makalah. Inilah yang dinamakan dengan “gaya selingkung”.

Seperti namanya, gaya selingkung hanya berlaku di lingkungan tertentu. Jadi, bisa jadi kamu salah bukan karena kurang memenuhi peraturan. Melainkan karena gaya selingkung yang kamu pahami berbeda.

Leave a Comment