Memahami Laporan Wawancara Kuat untuk Melindungi

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV sekolah dasar Bab IV Meliuk dan Menerjang terdapat kegiatan memahami laporan wawancara. Tujuan dari kegiatan pembelajaran ini adalah melalui membaca teks “Kuat untuk Melindungi”, peserta didik dapat memahami isi Laporan Hasil Wawancara dengan baik. Pada kegiatan ini siswa berlatih mengembangkan kategori yang lebih terperinci berdasarkan pemahamannya terhadap tulisan dan gambar dalam teks informasi

Menurut KBBI wawancara adalah tanya jawab dengan seseorang (pejabat dan sebagainya) yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal, untuk dimuat dalam surat kabar, disiarkan melalui radio, atau ditayangkan pada layar televisi.

Dalam melakukan wawancara harus mencatat hal-hal penting yang disesuaikan dengan poin-poin yang harus ada dalam laporan wawancara. Misalnya saja nama pewawancara, asal sekolah, kelas, tanggal wawancara, dan orang yang diwawancarai atau narasumber. Menurut KBBI narasumber adalah orang yang memberi (mengetahui secara jelas atau menjadi sumber) informasi.

Bacalah teks berikut ini dengan saksama.

Kuat untuk Melindungi

oleh Nurul Hidayati

Kak Puspita adalah seorang pesilat tangguh. Dia telah banyak meraih gelar juara di pertandingan tingkat nasional maupun provinsi. Berikut ini hasil wawancara saya dengannya.

Sewaktu Kak Puspita masih kecil, awalnya dia tidak tertarik ilmu bela diri. Suatu saat dia diganggu beberapa anak yang lebih besar. Dia berusaha melawan, tetapi tidak bisa karena masih kecil. Dia malah ditertawakan. Sejak itu dia memikirkan cara supaya bisa membela dirinya sendiri.

Ketika masuk SMP, ada ekstrakurikuler pencak silat. Dia segera mendaftar. Ternyata belajar silat itu asyik dan seru. Kak Puspita kemudian bergabung di sebuah perguruan silat.

Awalnya Kak Puspita ingin menguasai silat supaya bisa melawan pengganggunya. Dia terpikir untuk suatu saat membalas perbuatan para pengganggunya. Namun, setelah mendalami silat, Kak Puspita jadi mengerti bahwa silat harusnya bukan untuk balas dendam. Silat justru untuk berteman dan melindungi.

Kata Kak Puspita, di dalam gerakan pencak silat terkandung banyak nilai luhur. Misalnya, dalam sikap pasang. Ada beberapa sikap pasang, biasanya dilakukan dengan tangan dalam keadaan terbuka, bukan mengepal. Artinya, silat itu bukan untuk berkelahi atau menyakiti. Kalau ada yang menyerang, hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah menghindar dan menangkis. Kalau dia masih menyerang, barulah kita patahkan gerakannya tanpa melukai.

Manfaat yang dirasakan Kak Puspita setelah menekuni pencak silat antara lain: tubuhnya menjadi lebih sehat dan bugar, lebih mudah berkonsentrasi, dapat banyak teman, serta menjadi orang yang lebih baik.

Kak Puspita menjelaskan bahwa keberhasilannya dalam pertandingan-pertandingan adalah berkat disiplin dalam latihan. Kak Puspita mengatakan bahwa ini tidak hanya berlaku pada silat. Apa pun yang kita lakukan, kalau kita lakukan dengan tekun dan sungguh-sungguh, pasti akan memberikan hasil yang baik.

Selanjutnya, Kak Puspita berharap bahwa anak-anak seusia saya belajar ilmu bela diri, terutama silat. Pencak silat adalah seni bela diri asli negara kita. Jadi, di samping mendapatkan banyak manfaat untuk diri sendiri, sekaligus juga melestarikan budaya bangsa Indonesia.

KBBI

  1. wawancara: n tanya jawab dengan seseorang (pejabat dan sebagainya) yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal, untuk dimuat dalam surat kabar, disiarkan melalui radio, atau ditayangkan pada layar televisi, n tanya jawab direksi (kepala personalia, kepala humas) perusahaan dengan pelamar pekerjaan, n tanya jawab peneliti dengan narasumber
  2. tangkis atau menangkis: v menolak atau menahan (pukulan atau serangan dengan senjata dan sebagainya) dengan menggunakan tangan, perisai, dan sebagainya): tangannya terluka ketika ~ serangan golok perampok, v menahan dan memukul kembali: pesilat itu dengan tangkas ~ serangan lawannya
  3. laga: n perkelahian
  4. watak: n sifat batin manusia yang memengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku; budi pekerti; tabiat
  5. sikap pasang: sikap bersiap menghadapi lawan
  6. kunci: n alat untuk mengancing pintu, peti, dan sebagainya, terdiri atas anak kunci dan induk kunci, n ki alat untuk mencapai suatu maksud (seperti membongkar rahasia, memecahkan masalah, menentukan kalah menang, atau berhasil tidaknya sesuatu)
  7. narasumber: n orang yang memberi (mengetahui secara jelas atau menjadi sumber) informasi
  8. menerjang: v menendang; menyepak (ke bawah atau ke depan),v menyerang; menyerbu: pasti ia sudah ~ sopir itu jika aku tidak cepat-cepat menahannya,v melanggar; menubruk; menyeruduk: ia berlayar ~ ombak melewati terus
Daftar Periksa Laporan Hasil Wawancara

IsiAda/Tidak Ada Sebutkan
Informasi nama narasumberAda: Puspita
Profesi/latar belakang narasumberAda : Pesilat
Nama pewawancaraAda: Nurul Hidayati
Tanggal wawancaraAda: 24 Januari 2021
FotoAda
Jawaban narasumber atas daftar pertanyaan, yang dituturkan ulang oleh pewawancaraAda

Berdiskusi

Tujuan kegiatan ini adalah melalui kegiatan mendiskusikan teks “Kuat untuk Melindungi”, peserta didik dapat berlatih untuk berpartisipasi dalam diskusi dengan aktif.

Diskusikan isi teks Laporan Wawancara “Kuat untuk Melindungi” pada halaman sebelumnya. Berbicaralah dengan suara yang jelas agar pembicaraan kalian dipahami dengan baik. Gunakan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini sebagai panduan.

1. Judul laporan di atas adalah “Kuat untuk Melindungi”. Menurut kalian, apa makna yang ingin disampaikan penulis dengan judulnya ini?

Makna yang ingin disampaikan penulis adalah dengan berlatih pencak silat tubuh akan menjadi kuat dan dapat digunakan untuk melindungi diri atau teman.

2. Apakah kalian setuju bahwa ilmu bela diri bukan untuk berkelahi? Jelaskan jawaban kalian!

Setuju, karena bela diri dapat digunakan untuk melindungi diri saat benar-benar dalam keadaan darurat bukan untuk mencari musuh. Bela diri juga membuat tubuh menjadi lebih sehat dan bugar, lebih mudah berkonsentrasi, dapat banyak teman, serta menjadi orang yang lebih baik.

3. Apa ilmu bela diri yang ingin kalian pelajari? Mengapa?

Saya mempelajari pencak silat karena mendapatkan banyak manfaat seperti badan menjadi sehat, sekaligus juga melestarikan budaya bangsa Indonesia.

4. Kira-kira, apa saja daftar pertanyaan yang diajukan Nurul?

Mengapa Kak Puspita tertarik mempelajari bela diri?

Kapan Kak Puspita bergabung ke perguruan silat?

Apa tujuan Kak Puspita mempelajari bela diri?

Apa saja nilai-nilai luhur dalam pencak silat?

Apa saja manfaat yang diperoleh Kak Puspita setelah mempelajari pencak silat?

Bagaimana cara Kak Puspita meraih keberhasilan dalam pertandingan pencak silat?

Apa harapan Kak Puspita terhadap anak sesuianya terhadap ilmu bela diri?

Demikian pembahasan mengenai Memahami Laporan Wawancara Kuat untuk Melindungi. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas IV, Kemendibud

Leave a Comment