Menirukan dan Melakukan Teks Ditukar dengan Apa?

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV sekolah dasar BAB 5 Bertukar atau Membayar terdapat kegiatan menirukan dan melakukan “Ditukar dengan Apa?” Pada kegiatan ini peserta didik mampu menyimpulkan dialog dari teks naratif dan memperagakannya. Kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan perbedaan ragam bahasa lisan dan bahasa tertulis. Ragam bahasa lisan lebih longgar dan tidak selalu mengikuti bahasa baku. Tidak apa-apa jika peserta didik menyelipkan kosakata daerah dalam dialognya.

Ditukar dengan Apa?

Seperti biasa, hewan-hewan di Hutan Kelayau saling barter atau bertukar barang di pasar. Mereka menukarkan hasil kebun atau barang yang mereka punya dengan barang yang mereka inginkan. Ka Kancil membawa jagung dari kebunnya. Ia ingin menukar jagung itu dengan kangkung sebab ia ingin makan kangkung siang ini.

Sementara itu, Kak Bebek baru saja memanen kangkungnya. Jumlahnya terlalu banyak untuk dimakan sendiri. Dak Bebek membawa kangkung ke pasar dan berharap bisa menukarkan dengan padi atau jagung. Ka Kancil senang bertemu Dak Bebek. Mereka berdua sama-sama senang karena mendapatkan barang yang mereka inginkan.

Namun, tidak semua hewan dapat bertukar semudah itu. Ela Pelatuk menginginkan bunga untuk menghias rumahnya. Dia sudah membuat sendok kayu sebagai penukar. Namun, Ke Kelinci yang memiliki kebun bunga tidak membutuhkan sendok kayu. Ia sudah punya beberapa sendok hasil bertukar dengan hewan lain.

Hen Ayam tertarik ingin memiliki vas, tetapi Ela tidak memerlukan ubi yang ditawarkan Hen. Ti Tikus perlu ubi, tetapi Hen tidak mau jamur dari Ti Tikus. Ti lalu menawarkan jamurnya ke hewan lain.

Begitulah, hewan-hewan itu sering menemukan masalah saat menukar barang mereka. Sering perlu waktu lama untuk mendapatkan barang yang mereka inginkan, atau malah mereka tidak mendapatkannya sama sekali. Lagi pula, sayur atau buah yang terus berpindah-pindah, lama-lama tidak enak lagi.

Ah, memusingkan sekali pertukaran ini. Mungkin akan lebih mudah kalau ada satu barang yang dapat mewakili semua barang lainnya. Salah satu hewan mengusulkan batu-batu bulat yang cantik. Hewan-hewan setuju karena mereka tidak perlu lagi bertukar barang. Batu-batu bulat akan menjadi alat pembayaran. Mereka menyebutnya uang.

Akan tetapi, batu-batu itu tidak sama besar, tidak sama cantik, dan tidak sama warnanya. Ti Tikus juga berkeberatan menggunakan batu. Batu-batu itu terlalu berat baginya.

Ela Pelatuk kemudian mengusulkan untuk menggunakan alat pembayaran dari kayu. Ela bisa membuatnya berukuran sama. Kepala Desa Beru senang sekali dengan usulan Ela. Ela ditunjuk sebagai penanggung jawab pembuatan uang. Ela membuat uang kayu itu berbentuk bundar supaya lebih nyaman untuk dipegang. Sa Angsa menawarkan diri untuk menggambarinya. Kayu bundar bergambar wortel digunakan sebagai pembayar wortel, uang kayu bergambar tomat sebagai pembayar tomat.

Apakah masalah hewan-hewan itu sudah teratasi? Belum semua. Sistem baru ini masih merepotkan. Ti Tikus menginginkan kacang, tetapi dia hanya punya uang bergambar pisang. Ia harus berusaha menukarkan uang pisangnya dengan uang-kacang. Lalu, Ka Kancil punya satu uang bergambar wortel yang bisa buat membayar empat wortel, tetapi dia hanya memerlukan dua wortel. Andai saja uang kayu ini boleh dibagi dua ….

Ya, itu jawabnya! Ela akan membuat uang kayu dengan ukuran berbeda. Sa Angsa juga muncul dengan ide cemerlang. Ia tidak lagi akan membuat gambar tomat, wortel, atau lainnya. Lebih baik ia menuliskan angka pada uang tersebut: 1, 2, 4, atau 5.

Setelah mereka berdiskusi, diputuskan bahwa Ela Pelatuk akan membuat uang kayu dengan 3 ukuran berbeda: kecil, sedang, dan besar. Lalu, Sa Angsa akan menuliskan angka 1, 2, dan 5. Semua senang. Tidak apa kalau Ke Kelinci punya uang besar berangka 5 untuk membayar dua wortel Ka Kancil. Ka Kancil akan memberinya dua wortel serta satu uang kecil berangka 1 dan satu uang sedang berangka 2.

Walaupun uang kayu tidak seawet uang batu, Ela berhasil mengatasinya dengan hanya memakai kayu dari pohon tertentu yang lebih kuat. Beru juga menetapkan bahwa Kepala Desa akan mengatur penggantian uang kayu yang rusak.

Perhatikan kalimat-kalimat berikut ini!

Ti Tikus mengatakan batu-batu itu terlalu berat baginya. Ela Pelatuk kemudian mengusulkan untuk menggunakan alat pembayaran dari kayu.Kalau kita bayangkan, kalimat yang diucapkan Ti Tikus dan Ela Pelatuk mungkin seperti berikut ini:

Ti Tikus: “Batu-batu ini terlalu berat untukku!”

Ela Pelatuk: “Bagaimana kalau kita gunakan kayu?”

Coba baca kembali cerita “Ditukar dengan Apa?”. Bayangkan kalimat yang mereka ucapkan. Silakan kembangkan imajinasi kalian untuk membuat percakapan asalkan masih sesuai dengan cerita. Untuk membantu kalian, buatlah tabel seperti di bawah ini di buku tulis kalian.

Nama HewanJenis hewanKalimat yang Diucapkannya
Ka KancilKancil“Maukah kau menukar kangkungmu dengan jagungku ini?”
Da BebekBebek“Tentu kawan ! Aku juga membutuhkan jagungmu untuk anak-anakku.”
Ela PelatukBurung“Ke Kelinci maukah kau menukar bungamu dengan sendok kayuku ini?”
Ke KelinciKelinci“Maaf Ela, aku sudah memiliki beberapa sendok kayu hasil pertukaran dengan teman yang lainnya.”
Hen AyamAyam“Ela, maukah kau menukar vas bungamu dengan ubiku ini?”
Ela PelatukBurung“Maaf Hen, aku tidak membutuhkan ubimu. Coba tawarkan ke teman yang lainnya.”
Ti TikusTikus“Hen, maukah kau menukar ubimu dengan jamurku ini?”
Hen AyamAyam“Maaf Ti, aku tidak membutuhkan jamur saat ini.”
Ela PelatukBurung“Teman-teman aku mengusulkan bagaimana kalau kita menggunakan kayu sebagai alat pembayaran?”
Beru BeruangBeruang“Wah ! Bagus sekali idemu Ela. Aku tmenunjuk kau sebagai penanggung jawab pembuatan uang kayu ini !”
Sa AngsaAngsa“Pak Beru, bolehkah saya membantu Ela untuk menggambari uang tersebut?”
Beru BeruangBeruang“Silahkan Sa Angsa. Saya sangat senang kau mamu membantu Ela.”
Ti TikusTikus“Aku sangat menginginkan kacang itu. Namun aku hanya memiliki uang bergambar pisang. Bagaimana cara menukarkannya?”
Ka KancilKancil“Aku juga membutuhkan dua buah wortel. Tapi uang yang aku miliki untuk membeli empat buah wortel. Bagaimana cara mengembalikan uang sisaku? Uang ini tidak bisa dibagi dua.”
Sa AngsaAngsa“Teman-teman, aku mengusulkan agar uang tersebut tidak menggunakan gambar. Bagaimana kalau menggunakan angka 1, 2, 3, 4, atau 5? Uang tersebut tidak lagi akan membuat gambar tomat, wortel, atau lainnya”
Ela PelatukBurung“Baiklah teman-teman, sesuai hasil musyawarah aku akan membuat uang kayu dengan 3 ukuran berbeda: kecil, sedang, dan besar, Nanti Sa Angsa yang akan menuliskan angka 1, 2, dan 5 !”
Beru BeruangBeruang“Baik teman-temanku semua, nanti jika uang yang kita gunakan rusak aku akan mengatur penggantian uang kayu yang rusak.”

Demikian pembahasan mengenai Menirukan dan Melakukan Teks Ditukar dengan Apa? Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas IV, Kemendikbud.

Leave a Comment