Pengertian, Fungsi, Jenis, Prinsip Kerja

Voltmeter merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk mengukur besaran listrik. Alat tersebut mungkin cukup familiar, karena memang sering digunakan di kehidupan sehari-hari. Tidak hanya digunakan oleh mereka yang bekerja sebagai teknisi listrik saja, alat ukur yang satu ini juga penting untuk dimiliki di rumah, lho.

Dengan voltmeter, maka Anda dapat mengukur tegangan listrik yang terdapat pada perangkat elektronik. Dengan demikian, maka manusia pun akan lebih berhati-hati ketika bersinggungan dengan alat-alat listrik tersebut.

Mari simak lebih jauh informasi mengenai apa itu voltmeter pada artikel berikut ini! Akan dibahas tuntas voltmeter mulai dari pengertian, fungsi, cara kerja, hingga tips penggunaannya.

Pengertian Voltmeter

Pengertian Voltmeter

Voltmeter adalah alat yang biasa digunakan untuk mengukur besaran listrik yang terdapat pada sebuah rangkaian elektronika. Untuk melakukan pengukuran, voltmeter harus dipasang secara paralel.

Selain disusun secara paralel, pada voltmeter juga biasanya terdapat tiga buah lempeng tembaga. Dimana lempeng tembaga ini merupakan komponen yang berfungsi sebagai hambatan serta biasanya akan ditempatkan pada kedua ujungnya.

Lempeng tembaga juga berfungsi sebagai anoda dan katoda. Dimana lempeng bagian luar adalah anoda sedangkan lempeng tengahnya akan berfungsi sebagai katoda. Pada alat ini, susunan komponennya biasanya dilengkapi dengan multiplier dan juga galvanometer.

Selain membuat kuat arus yang mengalir pada rangkaian semakin meningkat, susunan tersebut juga memperbaiki kinerja dari voltmeter pada saat digunakan untuk melakukan pengukuran.

Simbol Voltmeter

Simbol voltmeter pada rangkaian elektronika umumnya akan dilambangkan dengan huruf V. Yang mana simbol huruf tersebut akan terdapat dalam sebuah lingkaran. Agar lebih jelas, gambar simbol yang bisa Anda amati :

Simbol Voltmeter

Komponen – komponen Voltmeter

Voltmeter dapat dikatakan memiliki tampilan yang sederhana dan tentu saja mudah dipahami. Agar mengenal lebih jauh mengenai alat ukur tersebut, Anda perlu mengetahui apa saja bagian-bagian yang terdapat di dalamnya.

Adapun komponen-komponen voltmeter adalah sebagai berikut :

  • Terminal positif
  • Terminal negatif.
  • Batas ukur.
  • Jarum penunjuk.
  • Meteran skala tinggi rendah.
  • Setup untuk mengatur fungsi.
  • Port atau colokan.
  • Display untuk membaca hasil pengukuran.

Secara umum, kurang lebih itulah daftar komponen penyusun dalam alat ukur voltmeter.

Setiap komponen tentu saja mempunyai fungsi dan cara kerjanya masing-masing. Jadi, semua komponen tersebut sama pentingnya agar voltmeter bisa berfungsi dengan maksimal.

Apa Saja Fungsi Voltmeter ?

Secara umum, voltmeter adalah alat untuk mengukur tegangan listrik. Jadi, dengan adanya alat tersebut, kita dapat memprediksi seberapa besar tegangan listrik yang terdapat pada sebuah alat elektronik.

Selain kegunaan yang kami sebutkan di atas, sebenarnya fungsi dari voltmeter tidak sesederhana itu.  Beberapa contoh fungsi voltmeter yang lainnya adalah sebagai berikut :

  1. Mengukur Arus Listrik

Fungsi yang pertama dari alat ini yaitu dapat digunakan untuk mengukur arus listrik. Jadi ketika ingin mengukur seberapa besar aliran arus listrik yang terdapat pada sebuah perangkat elektronik, Anda dapat menggunakan alat yang bernama voltmeter.

  1. Mengukur Tegangan AC dan DC

Kegunaan voltmeter yang selanjutnya adalah dapat dipakai untuk mengukur tegangan AC dan DC. Pada sebuah rangkaian listrik, voltmeter juga dapat digunakan untuk menghitung tegangan beda potensial.

  1. Mengecek Daya Listrik

Voltmeter juga dapat digunakan untuk mengecek daya listrik. Jadi, alat-alat elektronik dapat dicek apakah masih memiliki daya atau tidak dengan menggunakan alat ukur tersebut.

Prinsip Kerja Voltmeter

Prinsip kerja voltmeter sebenarnya cukup sederhana dan mudah dipahami. Untuk dapat menimbulkan gaya magnetik, alat ini membutuhkan arus yang kuat dan juga adanya medan magnet.

Kuat arus yang besar akan berpotensi mempengaruhi tegangan yang masuk kedalam alat tersebut. Kuat arus yang besar juga akan mengakibatkan penyimpangan yang dihasilkannya pun semakin besar pula.

Dengan adanya kuat arus dan medan magnet yang masuk kedalam rangkaian, maka akan menghasilkan gaya magnetik. Selain itu juga membuat jarum penunjuk menjadi bergerak dan menyimpang.

Pada voltmeter, biasanya juga akan dipasang multiplier. Dimana multiplier berfungsi untuk menahan arus yang masuk sehingga arus tidak melebihi batas maksimum.

Untuk mengetahui hasil pengukuran, Anda dapat melihat diskrit aktualisasi yang ditampilkan pada display.

Sedangkan pada voltmeter analog, hasil akan ditunjukkan oleh jarum penunjuk.

Kemudian pada versi digital, hasil pengukuran akan ditunjukkan melalui angka yang secara otomatis akan muncul ke layar.

Jenis – jenis Voltmeter

Jenis Voltmeter
Jenis Voltmeter

Berdasarkan metode pembacaannya, jenis voltmeter dibedakan menjadi dua macam. Keduanya yaitu voltmeter analog dan voltmeter digital.

Simak penjelasan selengkapnya mengenai kedua jenis voltmeter berikut ini :

1. Voltmeter Analog

Voltmeter Analog
Voltmeter Analog

Voltmeter analog merupakan alat yang metode pembacaannya dilakukan dengan cara melihat hasil yang ditampilkan oleh jarum indikator.

Jadi, torsi yang akan menggerakkan jarum indikator untuk menunjukkan hasil pengukuran. Pada alat ukur versi analog, besarnya torsi akan menampilkan berapa besar tegangan yang diukur oleh alat tersebut.

2. Voltmeter Digital

Voltmeter Digital
Voltmeter Digital

Selain versi analog, ada juga voltmeter yang dibuat dengan versi digital. Nah pada versi digital, hasil pengukuran nantinya akan ditampilkan dalam bentuk angka sehingga lebih mudah untuk dibaca.

Perbedaan voltmeter analog dan digital yang paling signifikan adalah dari hasil pengukuran.

Dimana jika versi analog pembacaannya dilakukan dengan melihat angka yang dihasilkan oleh jarum penunjuk.

Kemudian versi digital pembacaannya dilakukan dengan melihat angka yang tertera pada display.

Macam – macam Voltmeter Berdasarkan Konstruksinya

Selain versi analog dan digital yang dibedakan berdasarkan cara pembacaannya, Voltmeter juga dibedakan berdasarkan kontruksinya. Berdasarkan kontruksinya, jenis-jenis voltmeter adalah sebagai berikut :

1. Mi Voltmeter

Mi voltmeter merupakan singkatan dari istilah moving iron. Dimana alat ini berfungsi untuk mengukur jenis tegangan AC dan juga tegangan DC yang terdapat pada sebuah perangkat elektronik.

2. PMMC Voltmeter

PMMC merupakan singkatan dari Permanent Magnet Moving Coil. Untuk melakukan pengukuran, alat ini bekerja berdasarkan sudut penyimpangan.

Pada PMMC sudut penyimpangan dibentuk dari medan magnet yang terdapat pada koil. Jenis voltmeter ini biasanya digunakan untuk mengukur tegangan DC.

3. Retcifier Voltmeter

Retcifier voltmeter merupakan alat yang berfungsi untuk mengukur tegangan AC. Dengan perantara rectifier, alat ini akan bekerja untuk mengubah tegangan AC pada rangkaian menjadi jenis tegangan DC.

4. Amplified Voltmeter

Amplified voltmeter memiliki kelebihan yang juga sangat menarik untuk dipertimbangkan. Salah satunya yaitu memiliki tahanan input yang bisa diatur dan juga tingkat sensitivitas yang terbilang tinggi.

Hal ini terjadi karena pada alat ukur tersebut, jarum penunjuk bekerja dengan digerakkan oleh alat catu daya dan juga amplifier.

5. Electro Dynamometer Voltmeter

Pada alat ukur yang satu ini, pengguna nantinya juga akan menemukan keunikan tersendiri. Yakni karena pada alat tersebut, Anda dapat melakukan kalibrasi yang sama untuk mengukur tegangan AC dan DC.

Electro Dynamometer Voltmeter juga merupakan alat ukur yang tergolong cukup fleksibel. Hal ini karena dapat digunakan untuk mengukur tegangan AC sekaligus tegangan DC dalam satu kali proses.

Bagaimana Cara Menggunakan Voltmeter yang Dianjurkan?

Cara Menggunakan Voltmeter
Cara Menggunakan Voltmeter

Bagi mereka yang tidak biasa menggunakannya, pasti bingung bagaimana cara menggunakan voltmeter, bukan? Baik voltmeter dengan versi digital ataupun analog, sebenarnya cara menggunakan keduanya bisa dikatakan tidak jauh berbeda.

Mari langsung saja kita simak langkah-langkah penggunaan voltmeter selengkapnya berikut ini :

  • Pertama-tama siapkan alat voltmeter beserta alat yang akan diukur.
  • Pasangkan test lead pada kutub atau terminal dengan benar. Yaitu test lead negatif untuk kutub negatif, sedangkan terminal positif nantinya perlu dipasangkan pada test lead dengan tegangan positif.
  • Atur kalibrasi voltmeter agar berada di titik 0.
  • Setelah itu kemudian skala juga diatur nilainya sesuai dengan perkiraan besarnya tegangan dari objek yang akan diukur.
  • Komponen sebaiknya dirangkai secara paralel dan disusun dengan potensial berbeda.
  • Terakhir, lihat nilai pengukuran yang tertera pada display. Hal ini tinggal disesuaikan dengan display digital maupun jarum analog.
  • Namun bagaimana jika jarum tidak bergerak atau angka tidak terbaca? Maka Anda dapat mengakalinya dengan menurunkan skala terlebih dahulu.
  • Demikian juga jika jarum bergerak terlalu cepat, maka skala sebaiknya diturunkan agar pengukuran dapat kembali dilakukan.

Kesimpulan

Voltmeter adalah alat yang dapat digunakan untuk proses ukur tegangan arus listrik. Dengan adanya voltmeter, maka penggunas dapat mengetahui seberapa besar tegangan yang terdapat pada perangkat elektronik.

Dan untuk dapat bekerja dengan maksimal, voltmeter harus dipasang secara paralel. Agar tegangan dapat terukur, indikator juga perlu ditempatkan pada skala yang benar. Yaitu menyesuaikan antara indikator dengan perkiraan tegangan yang akan diukur.

Untuk hasil pengukurannya sendiri, alat ini nantinya akan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Yakni mulai dari temperatur, variasi power supply, hingga impedensi input. Kurang lebih itulah deretan hal yang berpengaruh terhadap hasil pengukuran voltmeter.

Leave a Comment