Projek Belajar Membuat Baterai Lemon

Konsep baterai pertama kali ditemukan oleh Alexandro Volta (1745 – 1827), ia menemukan baterai dengan percobaan sangat sederhana yaitu dengan memasukkan dua logam yang berbeda yaitu logam tembaga (Cu) dan seng (Zn) ke dalam bejana yang diisi larutan asam sulfat (H2SO4), dari situlah konsep listrik ditemukan.

Dibalik bentuknya yang kecil ternyata jeruk nipis mempunyai manfaat yang sangat besar. Jeruk nipis merupakan salah satu jenis buah yang banyak diproduksi di Indonesia. Buah jeruk nipis banyak mengandung vitamin C, asam sitrat, asam amino, (triptofan, lisin), minyak atsiri (sitral, limonene, fe landen, lemon kamfer, kadinen, dan niidehida), glikolisa, asam sitrun, belerang dan vitamin B1 (tiamin). Ternyata jeruk nipis pun dapat digunakan untuk membuat baterai. Kandungan zat kimia yang ada dalam jeruk nipis dapat diubah menjadi energi listrik dalam suatu rangkaian sel volta. 

Projek Belajar Baterai Lemon

Pada proyek belajar bab ini, kalian akan membuat sendiri alat yang menggunakan transformasi energi. Salah satunya adalah baterai lemaon.

Tujuan Percobaan: Membuktikan perubahan bentuk energi pada baterai lemon.

Langkah Pengerjaan Proyek

  1. Siapkan buku tugas yang akan menjadi jurnal proyek.
  2. Buatlah alat sesuai petunjuk yang diberikan (lihat Lampiran Buku untuk cara membuatnya).
  3. Jika kalian mempunyai ide untuk membuat alat lain, silakan konsultasikan dengan guru kalian.
  4. Di akhir kegiatan, kalian akan mempresentasikan alat di depan teman-teman.

Keamanan

Dalam proyek ini kalian akan menggunakan gunting. Hati-hati saat menggunakannya.

Alat dan bahan

AlatBahan
  1. Amplas
  2. Gunting
  3. Tatakan (untuk merakit baterai)
  1. Lemon 4 buah
  2. Kawat tembaga panjang 10 cm 4 buah (atau bisa diganti dengan koin tembaga)
  3. Paku seng 4 buah
  4. Kabel listrik panjang sekitar 10 cm 4 buah
  5. Lampu LED 1 buah

Cara Membuat Baterai Lemon

  1. Putar-putar lemon di atas meja sambil ditekan sampai cukup empuk.
  2. Jika menggunakan kawat tembaga gulungan, amplas kawat sampai lapisan catnya terbuka.
  3. Masukkan kawat tembaga/koin dan paku dengan susunan seperti gambar di bawah. Jangan sampai paku menembus keluar lemon!
  4. Lakukan langkah 1-3 untuk semua lemon.
  5. Gunting karet kedua ujung kabel listrik seperti pada gambar. Hati-hati saat menggunting jangan sampai menggunting kawat bagian dalam kabel. Lakukan untuk semua kabel listrik. 
  6. Hubungkan paku dengan koin tembaga menggunakan kabel seperti pada gambar
  7. Sambungkan lampu led di kedua ujung kabel. Amati perubahan yang terjadi pada lampu LED.
  8. Jika belum berhasil, cobalah lakukan: Sambungan antar lemon. Pastikan sudah sesuai dengan gambar di nomor 6. Kabel listrik menempel dengan baik pada paku dan kawat/koin tembaga. Kabel listrik menempel dengan baik pada kawat lampu LED. Tambah jumlah lemon

Hasil Percobaan:

Dari hasil percobaan terbukti bahwa lemon dapat menghasilkan energi listrik. Hal tersebut menunjukkan bahwa energi kimia pada lemon dapat berubah menjadi energi listrik yang dapat menyalakan lampu LED.

C. Lembar Kerja

Amati baterai lemon yang kalian buat dan jawab pertanyaan di bawah ini

1. Agar baterai lemon dapat digunakan, alat dan bahan apa saja yang kalian butuhkan?

Amplas, Gunting, Tatakan, Lemon, Kawat tembaga, Paku seng, Kabel listrik, dan Lampu LED.

2. Jelaskan fungsi dari setiap alat/bahan yang kalian pakai!

  1. Amplas menghilangkar karat
  2. Gunting untuk memotong kabel
  3. Tatakan untuk merakit baterai
  4. Lemon sebagai larutan elektrolit
  5. Kawat tembaga sebagai kutub listrik.
  6. Paku seng sebagai kutub listrik
  7. Kabel listrik untuk mennyalurkan listrik dari lemon satu ke lemon lainnya sampai ke lampu led
  8. Lampu untuk mengubah energi listrik menjadi energi cahaya

3. Kesimpulan apa yang dapat diambil dari percobaan yang telah kalian lakukan?

Baterai lemon dapat menghasilkan energi listrik dan menyalakan lampu. Hal tersebut menunjukkan bahwa energi kimia pada lemon dapat berubah menjadi energi listrik, dan energi cahaya  pada lampu LED yang menyala.

Laporan Pengerjaan Proyek

Dengan melihat produk yang kalian buat, jelaskanlah perubahan bentuk energi yang terjadi pada alat tersebut. Buatlah dalam bentuk  bagan. Kalian bisa menambahkan gambar agar lebih menarik.

Jeruk nipis/lemon  dapat mengalirkan arus listrik karena mengandung bahan yang berfungsi sebagai elektrolit. JBuah jeruk nipis dapat menyalakan lampu setelah dihubungkan secara seri.

Baterai lemon dapat menghasilkan energi listrik. Hal tersebut menunjukkan bahwa energi kimia pada lemon dapat berubah menjadi energi listrik yang dapat menyalakan lampu LED.

Refleksi kegiatan Proyek

1. Apa manfaat atau fungsi dari alat yang kalian buat?

Baterai lemon dapat digunakan sebagai sumber energi listrik.

2. Apa pengalaman menarik yang kalian dapatkan saat membuat alat ini?

Pengalaman menarik saat membuat alat ini adalah ternyata buah lemon mengandung bahan yang dapat membangkitkan energi listrik meskipun kecil

3. Apa hambatan yang kalian dapatkan saat melakukan proyek ini?

Saat menyambungkan jeruk dengan kabel ternyata lampu belum bisa menyala sehingga harus diperbaiki lagi.

4. Apakah kalian sudah merasa cukup mandiri saat melakukan proyek ini? Mengapa? (Sebutkan sikap kalian yang menunjukkan perilaku mandiri.)

Saya merasa cukup mandiri karena dapat mengerjakan tugas ini tanpa bantuan orang lain.

5. Jika proyek ini dikerjakan berkelompok: Apakah kalian merasa sudah berpartisipasi aktif dalam proyek ini? Mengapa? (Sebutkan partisipasi yang kalian berikan.) 

Saya sudah berpartisipasi secara aktif dengan mengerjakan tugas yang diberikan kepada saya.

6. Sikap apa yang mau kalian perbaiki untuk proyek selanjutnya?

Sikap yang perlu diperbaiki pada proyek selanjutnya adalah kerja sama dalam kelompok karena masih ada teman anggota kelompok yang melalaikan tugas yang diberikan.

Demikian pembahasan mengenai Projek Belajar Membuat Kincir Air. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku IPAS Kelas IV Kurikulum Merdeka, Kemendikbud

Leave a Comment